rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites
Tampilkan postingan dengan label Perubahan Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perubahan Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

31.3.10

Sekiranya mereka berubah ....

Masyarakat manusia di manapun tempatnya pasti mendambakan kemajuan dan peningkatan kesejahteraan yang optimal. Kondisi masyarakat secara obyektif merupakan hasil tali temali antara lingkungan alam, lingkungan sosial serta karakteristik individu. Ketiga-tiganya selalu berhubungan antara satu sama lain sehingga membentuk sebuah bangunan masyarakat yang dapat dilihat sebagai sebuah realitas sosial. Perjalanan panjang dalam rentangan periode kesejarahan telah mengajak masyarakat manusia menelusuri hakikat kehidupan dan tata cara kehidupan yang berkembang pesat. Kemampuan akal budi sebagai instrumen unggulan manusia telah melahirkan beraneka ragam karya cipta melesat melampaui aspek-aspek material dilingkungan luarnya. Dengan demikian, senjata pamungkas tersebut rupanya berperan besar menafsirkan realitas sosial yang selama ini dipandang sebagai kenyataan alamiah yang steril dari kemungkinan intervensi kekuatan manusia. Kiranya semenjak diakuinya kemampuan akal mengungkap kekuatan alam, secara perlahan-lahan kalangan pemikir mulai melirik masyarakat sebagai obyek yang mampu dipahami gejalagejalanya lalu dikendalikan dan disusun rekayasa sosial berdasarkan pemahaman menyeluruh tentang kondisi obyektif msayarakat tersebut. Lahirnya ilmu-ilmu sosial khususnya antropologi  sosiologi   menandai bahwa masyarakat sebagai kenyataan kini dipahami seperti sebuah benda yang bisa “diutak-atik”. Begitu pula tentang perubahan sosial budaya, terlepas dari berbagai definisi perubahan sosial, pada hakikatnya telah mampu mengungkap hukum-hukum dan antisipasi proses-proses sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peradaban manusia. Apabila perubahan sosial budaya dipahami sebagai suatu bentuk peradaban manusia akibat adanya ekskalasi perubahan alam, biologis maupun kondisi fisik maka pada dasarnya perubahan sosial merupakan sebuah keniscayaan yang terjadi sepanjang hidup. Ruang gerak perubahan itupun juga berlapis-lapis, dimulai dari kelompok terkecil seperti keluarga sampai pada kejadian yang paling lengkap mencakup tarikan kekuatan kelembagaan dalam masyarakat. Perubahan sosial budaya sebagai “cetak biru” pemikiran, pada akhirnya akan memiliki manfaat untuk memahami kehidupan manusia dalam kaitan dengan lingkungan kebudayaannya. Kehidupan manusia adalah satuan sosial terkecil, dalam pola belajarnya akan berhadapan dengan tiga sistem aktivitas. Bahwa manusia akan menjumpai lingkungan komunitas masyarakat: manusia akan belajar dari lingkungan komunitasnya sehingga mencakup peran serta masyarakat, kelompok-kelompok belajar sepanjang hidup, birokrasi yang mendukung, sumber informasi yang luas dan beragam dll. Dengan begitu kehidupan manusia tidak dapat dilepas dari peran ketiga lingkungan sistem aktivitas belajar dan mencermati dirinya, terbentuknya kesadaran, pengalaman yang menggelitas dan keberanian untuk mulai menapak menggunakan potensi yang dimilikinya. Analogi dengan pemikiran itu, apa yang dapat dinyatakan dengan lengkap, perubahan sosial  budaya adalah suatu proses yang luas, lengkap yang mencakup suatu tatanan kehidupan manusia. Perubahan sosial budaya tidak hanya dilihat sebagai serpihan atau kepingan dari peristiwa sekelompok manusia tetapi fenomena itu menjadi saksi adanya suatu proses perubahan empiris dari kehidupan umat manusia. 

Untuk beberapa konsep dalam pengkajian masalah perubahan sosial budaya: Konsep-Konsep Perbahan Sosial-Budaya

2.1.10

bertanyalah pada hari ...

           Tempus mutantur, et nos mutamur in illid. Waktu berubah dan kita pun ikut di dalamnya, pepatah latin latin kuno ini sudah jauh-jauh hari ingin mencerminkan pada kita hal ihwal perubahan. Seperti apakah perubahan kamu hari ini ...? sadar atau tidak hingga ujung kuku pun berubah (minimal itu ada tainya ... ha ha ha).
Hakekat manusia beserta aspek lingkungan di sekelilingnya akan berubah layaknya putaran (entah roda, jam, hari, bulan sampe bumi sekalipun katanya berputar pula). Tapi bagaimana kita dengan orang-orang sekeliling kita mengalami perubahan? ... Hah, akhirnya saya bingung.
Menemukan sebuah kejadian yang berbeda di setiap waktu, kejadian yang terikat dengan latar belakangnya masing-masing, baik itu adalah sebab bahkan sejarahnya secara mata telanjang seolah terjadi begitu saja bagi kita yang masih awam. Suatu kondisi akan akan menjadi rumit manakala bagian dari sebuah perubahan berdampak pada diri kita secara negatif. Kajian dalam ilmu-ilmu sosial mencoba memberi kita gambaran bahkan kerangka  dan rumusan analitik untuk melihatnya layaknya rumus matematika. Hal yang retrospektif dituangkan dalam ilmu sosial agar tak hanya fenomena yang terjadi begitu saja, tetapi sekurang-kurang menemukan solusi atas gejala negatif dari perubahan sosial budaya.... oh, harus temukan sesuatu yang dapat kita renungkan.


Untuk makalah lengkap yabg mengkaji konsep-konsep perubahan sosial budaya, silahkan baca pada link dibawah ini:

http://www.scribd.com/doc/29236348/Makalah-Perubahan-Sosial-Budaya